Stories

Gadis Pramugari Book 1 (18+)

Karya : Annastasia81

https://www.kaskus.co.id/profile/10372941

Daftar Isi

Bab 1 – Gadis

 

“Oooohh.. Aaaaaahhh.. lenguhan itu berasal dari bibir tipisnya, disusul dengan erangan keras laki-laki itu. Aroma percintaan yang beruar diruangan kamar hotel itu semakin menambah panas percintaan keduanya, semakin meningkat di setiap gerakan hingga di satu hentakan keras membawa keduanya ke jurang yang tak bertepi, menenggelamkan keduanya jauh ke dasar paling dalam.

“Next week end schedule kamu kemana Dis?”

Pembicaraan basa basi sesudah orgasme yang seperti ini adalah jenis pembicaraan yang paling dibenci Gadis, namun ia menjawab juga dengan senyum menawan ” Biasa Capt, nyerep, maklum FA 1 baru rilis, pasti dapat schedule begini sudah nggak heran”

“Kalau kamu nggak kena terbang kita ngedate ya?”

Ngedate? Huh, kalimat yang sangat halus untuk ajakan nge Fuck pikir Gadis.

“Sure Capt” jawab Gadis sambil berlalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Gadis tahu bahwa ketertarikan diantara keduanya hanyalah ketertarikan secara fisik, tanpa memerlukan percakapan untuk lebih mengenal pribadi masing-masing. Hubungan yang tidak lebih dari sebuah SEKS YANG HEBAT.

Capt Hendra hanyalah satu diantara banyak nama yang telah menjadi teman tidur Gadis di waktu day off nya.

Ya, Gadis Ginanti adalah seorang pramugari sebuah maskapai ternama di Indonesia. Karirnya di mulai ketika ia mencoba peruntungannya untuk menghadiri walk in interview di kota kelahirannya, Solo.

Berbekal paras yang cantik dengan kulit kuning langsat khasnya perempuan jawa serta kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, Gadis berhasil lulus menjadi salah satu trainee di maskapai tersebut. Untuk mengikuti training, Gadis pun berpindah domisili ke Ibukota DKI Jakarta dimana ia hidup seorang diri di kosan nya yang sederhana.

Masa-masa training pun dijalaninya. Tidak pernah terbayangkan oleh Gadis betapa sulitnya menjadi seorang pramugari, di otaknya yang awam ia berpikir mudah untuk menjadi seorang pramugari, hanya diperlukan wajah yang cantik dan senyum yang ramah untuk melayani penumpang di pesawat.

“Aku ndak tau loh Rin ternyata menjadi Pramugari itu sulit ya Rin! Mesti belajar Aviation Knowledge, Aviation Security, Fire Fighting, Emergency Evacuation Drill, belum lagi Type Rating pesawat yang ngejelimet ” Aku Gadis polos dengan logat Jawa nya yang belum tergerus kehidupan di Jakarta.

“Belum Dis, ini belum apa-apa, kata mbak ku yang sudah jadi pramugari beneran, nanti pada saat training wet drill kita akan loncat ke air dan berenang menuju perahu karet dengan membawa penumpang untuk diselamatkan,walaupun penumpangnya adalah rekan kita yang berperan menjadi penumpang disaat itu” Rini menambahkan dengan berapi-api.

“Memangnya ada Pramugari yang ndak beneran Rin? Kamu tuh ada-ada aja! tapi yang aku dengar juga begitu sih Rin. Ya sudah kita jalani aja Rin dengan sebaik-baiknya agar kita bisa cepat terbang dan menghasilkan uang” Gadis menjawab sambil memikirkan nasib ibunya di Solo.

Seorang penjual pecel pincuk yang bertekad menjadikan putrinya orang yang berpendidikan, tidak seperti dirinya yang hanya tamatan sekolah Dasar. Dinikahkan muda dan berakhir ditinggalkan suami yang kepincut perempuan lain di kota sebelah. Betapa Gadis ingin segera membahagiakan si mboknya yang malang.

“Iya Dis, aku pingin cepat terbang biar cepat ketemu pilot-pilot ganteng terus nikah dech sama salah satunya” Rini berkata dengan membayangkan pernikahan idamannya.

“Iyaa Rin, kalau aku sama kamu kan beda tujuan hidupnya, kalau kamu ingin bertemu jodoh impianmu, kalau aku kepingin cepat kirim uang buat si mbok biar ndak perlu jualan lagi dipasar Rin”

“Eh Iyaa Dis mudah-mudahkan cita-cita kita cepat tercapai yaa. Yuk kita kembali ke kelas Dis ! jangan sampai kita terlambat nanti kita bisa kena omel instruktur Inflight Service” Rini cepat-cepat mengalihkan pembicaraan ketika ia melihat air mata Gadis mulai menggenang.

Sekilas percakapannya dengan Rini ketika menjadi trainee melintas dipikirannya. Gadis pun cepat-cepat menyudahi pikirannya yang melayang jauh ke masa lalu dan segera berpakaian.

Ketika Gadis keluar dari kamar mandi, ia mendapati bahwa kamar hotel itu telah kosong. Matanya terpaku melihat secarik kertas dan sepuluh lembar uang seratus ribu yang ditinggalkan di meja. Secarik kertas itu bertuliskan ” I’m having a great time, I hope to see you soon – Hendra”

Lembaran uang dan kertas itu pun digenggamnya erat. Gadis bukanlah pelacur, setidaknya itulah yang selalu ia katakan dalam hati. Yang ia butuhkan bukan lah lembaran uang yang selalu ditinggalkan teman tidurnya setelah sesi percintaan mereka berakhir ataupun kenikmatan yang selalu ia dapatkan dari percintaan itu. Yang sebenarnya ia butuhkan adalah rasa yang dapat mengisi kekosongan di dalam jiwanya yang hampa.

Gadis sudah lupa kapan terakhir kali ia berdoa, mungkin berhari-hari setelah malam itu. Malam yang mengharuskan Gadis melepas satu-satunya kebanggaan dirinya, kebanggaan yang selalu ia jaga selama 20 tahun hidupnya dan ia agung-agungkan, meski Ia menyandang predikat sebagai anak janda penjual pecel pincuk yang miskin.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Tags
Please Login to comment
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker