Bingung mencari Hand Sanitizer ? Ikuti Cara Membuat Hand Sanitizer versi WHO
Tech News

Pengertian Web Server Beserta Cara Kerjanya

Apa itu Web Server ? Simak penjelasannya disini...

Di era teknologi ini, kita tidak asing lagi dengan yang namanya internet dan browser. Browser bisa menjadi sarana untuk menjelajah internet.

Namun, situs – situs yang biasa kita akses selama ini tidak lepas dari yang namanya web server. Web server dan browser rupanya saling berhubungan, browser akan bertindak sebagai client sedangkan web server akan menerima permintaan dari client kemudian memprosesnya.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan web server itu? Dalam artikel kali ini, kami akan mengulas tentang web server secara lengkap. Simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian Web Server

Web server adalah perangkat lunak atau perangkat keras yang menggunakan HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan protocol lainnya untuk menanggapi dan menerima permintaan klien yang dibuat melalui browser.

Jadi, web server bisa memiliki dua pengertian yang berbeda yakni sebagai perangkat keras dan sebagai perangkat lunak.

Web Server
Web Server

Perangkat lunak pada web server memiliki fungsi salah satunya adalah mengontrol akses file pengguna pada host yang diakses melalui nama domain situs web.

Sementara itu, sebagai perangkat keras, web server bisa berupa computer yang menyimpan perangkat lunak terkait web server maupun file lainnya yang berkaitan dengan situs web seperti gambar, HTML, dokumen dan file JavaScript.

Fungsi Web Server

Perangkat keras web server ini terhubung ke internet dan melakukan pertukaran data dengan perangkat lain yang terhubung pada server.

Untuk bisa menanggapi permintaan dari klien, umumnya web server telah dibekali berbagai perpustakaan bahasa pemrograman seperti PHP hingga ASP.

Contoh web server yang cukup terkemuka adalah Apache, Microsoft Internet Information Server (IIS), Lighttpd, Zeus Web Server, Sun Java System web Server dan NGINX.

Sedangkan, web server lainnya misalnya Google Web Server (GWS) dan NetWare Novell. Dilansir dari situs W3Techs, Apache paling banyak dipakai dengan presentase sebesar 48,5 %. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan web server yang lain.

Web server sering juga disebut sebagai bagian dari paket internet yang bisa digunakan untuk :

  1. Mengirim dan menerima email.
  2. Mengunduh permintaan untuk File Transfer Protocol (FTP).
  3. Membangun dan menerbitkan halaman web.

Selain berfungsi untuk menanggapi permintaan dari browser dan sebagai perangkat keras yang menyimpan berbagai data yang berkaitan dengan situs web, web server juga memiliki beberapa fungsi yakni :

  1. Membersihkan cache, penyimpanan dan module yang sudah tidak digunakan.
  2. Memeriksa keamanan dari HTTP request yang telah dikirim oleh browser.
  3. Menyiapkan dan menyediakan modul yang akan digunakan.

Seiring berkembangnya teknologi, pemanfaatan web server tidak hanya terbatas pada situs web saja, melainkan juga sudah menyebar ke perangkat keras lainya seperti router, printer maupun webcam yang juga menyediakan akses layanan HTTP yang biasa digunakan untuk control dan manajemen pada perangkat.

Cara Kerja Web Server

Selain memahami pengertian web server, cara kerja web server juga harus dipahami dengan baik. Ketika kita berselancar di internet dan membuka sebuah halaman website, browser akan mengirim permintaan ke server.

Seperti computer klien atau PC yang digunakan pengguna untuk mengakses internet, computer server juga harus terhubung ke internet agar bisa memproses permintaan dari browser.

Cara Kerja Web Server
Cara Kerja Web Server

Browser juga akan meminta data web page pada server dan permintaan data dari browser tersebut akan dikemas dalam TCP dan kemudian akan dikirimkan dalam bentuk HTTP dan HTTPS kepada server.

Permintaan inilah yang kemudian akan diproses oleh web server. Bahkan web server akan mengirim query database untuk memenuhi permintaan HTTP request dari browser. Sebelum memproses HTTP request ini, web server terlebih dahulu akan memeriksa keamanannya.

HTTP request tersebut akan diproses dengan dibantu oleh HTTP server. HTTP server adalah sebuah perangkat lunak yang tugasnya menerjemahkan URL dan HTTP.

Data – data yang diminta oleh browser kemudian akan dicarikan oleh web server dalam computer server. Jika data telah ditemukan, data akan dikirimkan dalam TCP kembali pada browser.

Setelah memproses HTTP request, selanjutnya web server akan mengirimkan respon dalam bentuk HTTP response ke browser.

Namun, jika ternyata data yang diminta browser tidak ditemukan, web server akan menolak permintaan tersebut dan kemudian browser akan menampilkan pesan Error 404 atau Not Found pada layar.

Cara Memilih Web Server yang Tepat

Ada beberapa pertimbangan dalam memilih web server seperti :

  1. Seberapa baik kerjanya dengan sistem operasi dan server lainnya.
  2. Kemampuannya untuk menangani pemrograman server-side.
  3. Segi keamanan.
  4. Mesin pencari maupun alat bantu pembuatan situs yang menyertainya.
  5. Kecepatan server.
  6. Kapasitas penyimpanan dan RAM yang besar dan memadai

Macam dan Keunggulan Masing-Masing Web Server

Di seluruh dunia, terdapat beberapa web server yang memiliki keunggulan masing – masing. Di bawah ini, kami akan membahas beberapa web server yang paling populer beserta dengan keunggulannya sebagai berikut :

1. Apache

Apache merupakan nama dari sebuah web server yang paling sering digunakan karena sangat mudah dikostumisasikan , bersifat open source dan memiliki komunitas yang besar.

Web server ini bertanggung jawab pada request-response HTTP serta logging informasi secara mendetail. Apache mempunyai berbagai fitur canggih seperti autentikasi berbasis data, pesan kesalahan yang bisa dengan mudah dikonfigurasi.

Apache
Apache

Selain itu, web server yang satu ini juga didukung berbagai pengguna berbasis grafik (GUI) sehingga mendukung penanganan server yang mudah.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan adalah Apache mendukung hampir semua sistem operasi seperti Windows, Linux, Apple Mac OS, Unix dan masih banyak beberapa sistem operasi lain.

Saat ini, Apache mempunyai dua versi yakni versi mayor 2.0 dan versi mayor 1.3. Pada versi terbarunya, pihak pengembang Apache membuat versi yang jauh lebih fleksibel dari sebelumnya sehingga bisa menangani lebih banyak permintaan dengan lancar.

Perlu diketahui, sekitar 60 % dari mesin web server di dunia menggunakan tipe web server ini.

2. IIS

Internet Information Services atau yang disingkat IIS merupakan sebuah web server yang sering digunakan dalam pengelolaan web maupun bertindak sebagai web server.

IIS - Web Server Microsoft
IIS – Web Server Microsoft

Komponen penyusun IIS terdapat ada sistem operasi Windows mulai dari Windows NT hingga Windows XP. IIS bekerja pada setiap gadget dengan sistem operasi Windows. IIS memiliki komponen pendukung antara lain :

  • Domain Name System (DNS)
  • Protocol jaringan TCP/IP
  • Software pembuatan situs web seperti Microsoft FrontPage

IIS memiliki keunggulan dibandingkan web server lainnya yakni dukungan penuh terhadap Window, kemampuan mengecek kesalahan, sistem kerja dengan PHP yang lebih stabil. IIS bukan web server yang open source seperti Apache, IIS memiliki batasan pengembangan dan pengguna tidak bisa memodifikasi sesuai dengan keinginan mereka.

3. NGINX

Web server yang tidak kalah populer adalah NGINX yang merupakan web server yang sifatnya open source. Pada awal kemunculannya, NGINX hanya berfungsi sebagai HTTP web server saja, namun berkembangnya teknologi membuat peran NGINX bertambah yakni sebagai HTTP load balancer, reverse proxy, email proxy yang biasa digunakan untuk POP 3, IMAP, SMTP.

Nginx
Nginx

Web server ini resmi dikenalkan ke public pada tahun 2004. NGINX menawarkan arsitektur yang asinkron dan event driven sehingga menjadikannya sebagai server dengan kecepatan dan skalabilitas yang bisa diandalkan. NGINX banyak digunakan untuk website dengan trafik yang bagus dan tinggi misalnya Netflix, Google, Adobe, Cloudflare dan masih banyak website lainnya.

4. LiteSpeed

Litesped dikenalkan pada tahun 2003 dengan pengembang bernama LiteSpeed Technologies. Web server ini dirancang untuk performa yang stabil, cepat, dan handal meskipun digunakan dalam skala yang besar.

LiteSpeed
LiteSpeed

LiteSpeed memiliki beberapa fitur yang canggih seperti control panel compatible, cloudlinux integration, zero downtime server management, Apache drop in replacement, fastest PHP available.

Sementara itu, web serer ini memiliki keunggulan yakni mempunyai sistem pencegahan DDoS, mampu merecovery kesalahan secara langsung dan kompatibel dengan htaccess.

5. Sun Java System Web Server – SJSAS

SJSAS merupakan web server multi threaded dan multi proses yang menawarkan kehandalan maupun skalabilitas bagi perusahaan.

Sun Java System Web Server – SJSAS
Sun Java System Web Server – SJSAS

Web server ini juga menawarkan fasilitas keamanan data dan dukungan antarmuka berbasis perintah CLI. Versi terbaru dari web server ini adalah versi 7.0 yang menggunakan CLI yang diperkenalkan dengan sebutan wadm.

Web server versi 7.0 ini tidak mendukung HTTP Server Admin, namun ia hadir dengan alat bawaan yang bisa membantu dalam memigrasi aplikasi, situs web dan konfigurasi dari versi yang lama ke versi yang lebih baru.

Cara Mendapatkan Layanan Web Server

Layanan web server bisa dilakukan dengan mengan cara mengunduh file install web server dan meletakkannya pada computer local milik kamu.

Namun, cara ini memiliki kekurangan yakni pengguna tidak bisa bebas mengakses dari mana saja, kecuali jika pengguna memiliki alamat IP yang dinamis.

Cara lainnya untuk menggunakan layanan web server adalah dengan menyewa perangkat VPS. VPS sendiri merupakan salah satu jenis server yang menggunakan teknologi virtualaisasi yang berfungsi untuk membagi hardware server fisik menjadi beberapa server virtual.

Sistem virtualisasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan hosting ke beberapa server pada satu server fisik.
Menyewa perangkat VPS bisa dijadikan alternative untuk mendapatkan layanan web server.

Umumnya, pada persewaan VPS sudah menyediakan fasilitas bagi pengguna untuk memilih sistem operasi yang diinginkan meskipun sistem operasi bawaan sebenarnya sudah tersedia.

Biasanya ada juga sistem operasi yang masih belum terinstall web servernya sehingga pengguna harus melakukan proses instalasi web server dengan cara melakukan akses ke VPS.

Mengakses ke layanan VPS bisa dilakukan dengan menggunakan SSH.  Ketika web server sudah terinstall di sistem operasi yang dipilih, pengguna bisa mengakses ke VPS dengan memakai IP address VPS. Selain akses ke VPS, website pengguna juga bisa diakses jika ada dalam folder http yang telah disiapkan.

Demikian ulasan tentang web server, sebenarnya pembahasan web server masih banyak yang perlu diulas. Namun, akan kami ulas di artikel berikutnya. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kita tentang web server. Tuliskan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Tags

Tuliskan Komentar

avatar
500
  Subscribe  
Notify of
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker