Patuhi protokol kesehatan ketika kita keluar rumah. Bersama Indonesia Bebas Covid-19.😊😊😊
Tech News

Perintah Dasar Linux Beserta Fungsi dan Contoh Penggunaan

Hampir semua orang tahu bahwa Linux merupakan sebuah system yang digunakan di berbagai peralatan elektronik mulai dari lampu hingga computer. Bahkan, saat ini teknologi yang paling banyak digunakan kebanyakan orang yakni smartphone Android memiliki basis Linux.

Linux memang dapat menjadi system operasi alternative sebagai pengganti system operasi komersial seperti Windows. Sama seperti system operasi lainnya, Linux mempunyai beberapa perintah dasar yang sangat penting diterapkan untuk mempermudah penggunaannya. Di postingan sebelumnya kita sudah belajar tentang apa itu linux lebih lengkap.

Nah pada artikel kali ini kita akan membahas perintah – perintah dasar yang ada dalam Linux, silahkan simak fungsi dan arti dari perintah berikut :

Terminal atau Linux Shell

Konfigurasi pada Linux dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam mengoperasikan Linux, para user membutuhkan Terminal atau Linux Shell. Di terminal inilah yang nantinya akan digunakan sebagai media untuk melakukan perintah pengoperasian Linux.

Tampilan Terminal atau Linux Shell
Tampilan Terminal atau Linux Shell

Linux Shell merupakan program yang berfungsi untuk menerima perintah dari pengguna kemudian diteruskan pada system operasi pusat untuk diproses.

Hosting Unlimited Indonesia
Mau diskon tambahan 5% ? Klik disini.

Hasilnya, layar Linux akan menunjukkan output. Untuk bisa menghasilkan output sesuai dengan perintah yang kita inginkan, user terlebih dahulu harus memahami beberapa perintah dasar Linux sebagai berikut :

Hasil Perintah $sudo
Hasil Perintah $sudo

1. Is (ini el bukan i)

“ls” berfungsi menampilkan rincian file pada direktori. Selain itu, Is juga bisa digunakan untuk mengetahui letak file tersembunyi dengan mengetikkan perintah pada terminal “Is-a“.

2. pwd

pwd adalah perintah yang digunakan untuk mengetahui direktori yang sedang dibuka di Linux. Perintah ini dimulai dari root. Sementara itu, root merupakan perintah yang digunakan untuk masuk ke dalam system Linux. Format user direktori memiliki format misalnya “/home/username

3. cd

Perintah cd digunakan untuk masuk dalam direktori lain. Perintah yang satu ini sangat sensitive sehingga user perlu memasukkan nama folder yang tepat agar directori yang dituju dapat terbuka. Namun, jika folder terdiri lebih dari dua nama, user perlu menambahkan tanda \ diantara nama folder. Jika penulisan langsung pada nama folder tanpa tanda \, user akan menerima pesan error. Jika pengguna ingin kembali ke direktori sebelumnya, pengguna tinggal mengetikkan “cd..” pada terminal.

4. rm

rm adalah perintah yang digunakan untuk menghapus direktori atau sebuah file. Misalnya di Linux terdapat file bernama “Latihan.soal”, cara penulisan perintah di terminal adalah “rm Latihan,soal“. Jika ingin menghapus direktori sekaligus isinya, perintah yang digunakan adalah “rm-r“.

5. touch

Perintah touch dipakai untuk membuat file baru atau new file. File bisa berupa file apa saja mulai dari file txt hingga file zip. Misal kita ingin membuat file zip baru dengan nama CPNS, cara penulisan perintah touch di terminal adalah “touch CPNS.txt

6. mkdir & rmdir

Perintah mkdir digunakan untuk membuat direktori yang baru. Satu contoh kita ingin membuat sebuag direktori dengan nama Drama, cara menuliskan perintah pada terminal adalah “mkdir Drama“. Bagaimana jika ingin menuliskan nama lebih dari satu kata? Caranya adalah dengan memisahkan masing – masing kata dengan tanda \. Contohnya kita akan membuat direktori dengan nama Drama Korea, maka penulisannya adalah “mkdir Drama\Korea“. Sementara, perintah rmdir dipakai untuk menghapus directori atau sebuah file. Perintah rmdir hanya dapat digunakan untuk menghapus direktori kosong.

7. man & -help

Perintah man & -help dipakai untuk mengetahui command atau perintah yang ada dalam Linux. Satu contoh misalnya kita ingin mengetahui tentang perintah mkdir, maka penulisan perintah adalah “man mkdir“. Disini, user akan diarahkan masuk ke halaman manual perintah mkdir. Sedangkan –help digunakan jika user ingin mengetahui cara penggunaan perintah yang diinput.

8. mv

mv sering digunakan untuk mengganti sebuah nama file. Cara penggunaan untuk mengganti nama dari “Film” ke “Musik” adalah “mv Film Musik“. Selain mengganti nama, perintah ini juga digunakan untuk memindahkan file. Cara memindahkan file adalah dengan mengetikkan “mv /direktoriasal/nama_file_yang_dipindah/direktoritujuan“.

9. cp

Perintah cp digunakan untuk menyalin atau mengkopi file.

10. nano & vi

Nano merupakan perintah yang bisa menampilkan berbagai keyword dengan berbagai bahasa. Sementara perintah vi digunakan untuk membuat file baru atau mengedit file.

11. locate

Perintah locate berfungsi untuk mencari lokasi file dalam system Linux. Fungsi perintah locate mirip dengan perintah search di Windows. Adanya perintah Linux ini sangat membantu user dalam menemukan file yang disimpan di Linux. Untuk mencarinya, user bisa mengetikkan perintah yang mengandung nama file. Format penulisannya adalah “locate –i namafile“. Namun, jika file mengandung lebih dari dua kata, user bisa menuliskan nama file yang dipisahkan tanda *. Penulisannya adalah “locate –i *nama*file“.

12. sudo

sudo merupakan singkatan dari Super User Do. Perintah ini dipakai ketika user memerlukan hak untuk mengakses root di Linux. Perintah ini juga berfungsi untuk melakukan pengelolaan terhadap system Linux. Ketika pengguna memerlukan akses ke root, perintah sudo akan memberi tahu untuk mengetikkan password root user.

Hal ini bertujuan untuk mengindari adanya aplikasi berbahaya yang dapat merusak system. Perintah ini di buat untuk mempermudah user melakukan tugas administrative dan pengelolaan system. Contoh penulisan perintah sudo di terminal adalah “sudo su“. Perintah ini bisa memulai proses otoritas administrator pada system Linux.

13. more

Perintah more digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah file yang bereksistensi .txt. Cara penulisan perintah ini adalah “more namafile“.

14. adduser

Perintah yang satu ini digunakan untuk menambahkan user baru dalam system Linux. Misalnya nama yang ingin ditambahkan adalah Newbie. Maka, penulisanna adalah “adduser Newbie“.

15. halt

Halt berfungsi untuk mematikan computer saat pengguna sebagai root.  Cara penulisannya cukup simple yakni hanya ketikkan “halt” pada terminal.

16. wget

Bagi pengguna baru yang ingin mengunduh file dari internet, perintah dasar ini harus Anda kuasai. Perintah ini memang berfungsi untuk mendownload file via terminal di Linux. Cara menggunakannya adalah ketik “wget linkdownload“. Sebenarnya perintah ini dirancang untuk koneksi jaringan yang lambat, namun tak jarang file yang diunduh akan gagal karena masalah jaringan. Sehingga jika undugan gagal, pengunduhan akan terus dilakukan hingga semua file yang diinginkan terambil.

17. Ifconfig (ini el bukan i)

Perintah ini digunakan untuk melihat alamat ip yang kita gunakan. Cukup ketikkan “ifconfig” pada terminal, maka layar akan menampilkan alamat IP yang digunakan.

18. apt-get

apt-get berfungsi untuk memperbarui atau mengunduh software atau paket Linux yang diakses secara online. Perintah ini memiliki sintaks di terminal yakni “apt-get namapaket“.

19. cat

Cat digunakan untuk menggabungkan beberapa file serta menampilkan isi sebuah file. Contohnya saja kita ingin menggabungkan File 1 dan File 2, maka kita bisa menulis perintah pada terminal “cat File1.txt File2.txt“. Sangat simple jika dibandingkan dengan penggunaan aplikasi penggabung file seperti yang bisa kita temui pada Windows.

20. echo

echo berfungsi untuk menulis teks ke dalam file atau menampilkan satu baris teks yang telah diketik di terminal. Misalnya kita ingin menulis kata “Matematika” ke dalam  teks Pelajaran.txt maka penulisan perintah adalah “echo “Matematika” Pelajaran.txt“. Hasilnya teks akan diproses secara otomatis.

21. ping

ping atau Packet Internet Gropher merupakan perintah dasar yang digunakan untuk mengecek konektivitas suatu jaringan baik jaringan local maupun jaringan internet. Ketika perintah ping diinput pada terminal, computer user akan mengirimkan sebuah paket dan server tujuan akan memberikan respon balik pada perangkat user.

22. ls –S (ini el bukan i)

Perintah ls –S berfungsi untuk mengurutkan file dari ukuran terbesar. Adanya perintah ini tentunya tidak akan membuat user menjadi bingung untuk mencari file yang dibutuhkan sesuai kapasitasnya. Cara penulisan sintaks di terminal adalah “ls –S“.

23. ls –a (ini el bukan i)

ls –a berfungsi untuk menampilkan file yang dihidden dan biasanya file yang di hidden di awali dengan tanda titik.

24. deluser

Perintah deluser digunakan untuk menghapus salah satu user dari system Linux. Misalnya yang ingin dihapus adalah user bernama Newbie, cara penulisan di terminal adalah “deluser Newbie“.

25. history

Perintah history yang merupakan perintah untuk melihat riwayat aktivitas kita di Linux. Cara penulisannya pada terminal adalah “History.

26. vim

vim merupakan editor teks yang dirancang untuk terminal di Linux yang mempermudah pengguna melakukan proses perubahan, pembuatan atau menambahkan perintah lain dengan lebih cepat. Untuk menggunakan perintah ini, pengguna harus menginstalnya terlebih dahulu. Proses instalasi untuk aplikasi editor ini sangatlah mudah dan tidak memakan waktu.

27. grep

grep merupakan salah satu perintah dasar yang penting dan bersifat serbaguna. Perintah ini berfungsi untuk melakukan pencarian pola dalam file teks yang telah disimpan dan dibuat. Intinya, perintah ini mempermudah pengguna mencari kata dalam suatu teks. Bukan itu saja kegunaannya, perintah ini sangat penting terutama bagi sysadmin yang bertanggung jawab terhadap berbagai layanan mengunakan file konfigurasi.

28. Chmod

Chmod atau Change Mode berfungsi untuk mengatur permission suatu direktori atau file kepada user. Dalam penggunaan perintah chmod, user dapat menggunakan system letter coding atau system numeric coding. Dalam Linux, memiliki 3 jenis permission yang bisa diubah yakni w untuk write, r untuk read dan x untuk execute.

29. zip dan unzip

zip sudah tidak asing bagi kita karena kompresi ini ada di Microsoft Windows. Namun, perintah zip ternyata bisa digunakan di Linux. Caranya adalah dengan menginstall aplikasi ini terlebih dahulu pada terminal. Setelah terinstall, aplikasi ini bisa digunakan berdasarkan fungsinya untuk mengkompresi file dengan format zip. Sementara perintah unzip tidak diinstall seperti zip karena sudah tersedia secara default di sebagian besar distro Linux.

30. gedit

Perintah terakhir adalah gedit yang berfungsi untuk merubah isi dokumen bereksistensi .text. Selain itu, gedit bisa digunakan untuk membuka file .txt. Penulisan sintaks perintah ini pada terminal adalah “gedit namafile“.

Demikian ulasan tentang perintah dasar Linux yang bisa kita terapkan. Untuk menggunakan perintah – perintah di atas yang terpenting adalah harus memperhatikan penulisannya, misalnya penggunaan spasi. Jika pengguna salah mengetikkan perintah, akibatnya akan eror dan tentunya membuat kerja kurang efisien. Nah, semoga pembahasan bermanfaat dan mudah dipahami. Sekian

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button

Alasan untuk Mematikan Adblock

Selamat datang di SurgaTekno - Informasi Terbaru Teknologi, Gadget dan Games. Untuk dapat mengakses konten kami, silahkan terlebih dahulu mematikan plugin Adblock. Karena di beberapa fitur tidak dapat digunakan ketika anda menggunakan Adblock.